Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN)
Syekh Wasil Kediri menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi
Kinerja Pascasarjana sebagai upaya memotret capaian kinerja tahun 2025
sekaligus merumuskan langkah strategis untuk tahun 2026. Kegiatan ini
dilaksanakan selama dua hari, 22–23 Desember 2025, bertempat di Hotel Lynn
Tuban, dan diikuti oleh Wakil Direktur, Ketua Program Studi (Kaprodi), serta
seluruh pengelola Pascasarjana.
Direktur Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri, Prof.
Dr. H. Moh. Asror Yusuf, M.Ag., menegaskan bahwa FGD ini memiliki peran penting
dalam proses refleksi dan perencanaan kelembagaan. Menurutnya, evaluasi kinerja
merupakan instrumen strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan
mutu Pascasarjana. “FGD evaluasi kinerja dan kegiatan Pascasarjana merupakan
kegiatan penting untuk memotret kinerja tahun 2025 dan sekaligus menatap
kinerja 2026,” ujar Prof. Asror Yusuf.
Prof. Asror juga menjelaskan bahwa secara umum
kinerja Pascasarjana sepanjang tahun 2025 berjalan dengan baik, meskipun masih
terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Salah satu capaian positif
adalah peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 3,07 persen, meskipun peningkatan
tersebut belum merata di seluruh program studi. “Lulusan tepat waktu juga
mengalami peningkatan. Namun demikian, dalam pengelolaan program studi masih
belum maksimal sehingga diperlukan upaya yang lebih sistemik untuk penguatan ke
depan,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Piet Hisbullah
Khaidir, Dosen STIQSI Lamongan, berbagi pengalaman dan praktik baik dalam
pengelolaan perguruan tinggi swasta. Ia menekankan bahwa evaluasi kinerja tidak
lagi sekadar rutinitas administratif, melainkan harus menjadi dasar utama dalam
pengambilan keputusan institusional. “Evaluasi kinerja merupakan instrumen
strategis yang sangat penting bagi setiap institusi, termasuk Pascasarjana UIN
Syekh Wasil Kediri, untuk memastikan keberlanjutan, daya saing, dan relevansi
institusi di masa depan,” jelas Piet.
Beliau menambahkan bahwa di tengah persaingan
yang semakin ketat, perkembangan teknologi yang pesat, serta tuntutan
masyarakat dan dunia kerja, perguruan tinggi tidak dapat lagi bergantung pada
pola dan kebiasaan lama. “Evaluasi kinerja harus menjadi landasan yang objektif
dan terukur dalam perencanaan, sehingga setiap kebijakan yang diambil
benar-benar berbasis data,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sesi penetapan kinerja
Pascasarjana tahun 2026, Sufirmansyah, Ketua Gugus Jaminan Mutu Pascasarjana,
menekankan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi fondasi utama dalam
menghadapi berbagai agenda besar di tahun mendatang. “Evaluasi kinerja menjadi
dasar utama dalam merancang dan menuntaskan pekerjaan besar tahun 2026, seperti
akreditasi tiga program studi, surveillance ISO, serta sejumlah pekerjaan
strategis lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap melalui evaluasi yang komprehensif
dan perencanaan yang matang, Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri dapat terus
meningkatkan kualitas tata kelola dan memberikan dampak yang lebih luas. “Semoga
pada tahun-tahun berikutnya Pascasarjana semakin berdampak, baik bagi sivitas
akademika maupun masyarakat,” pungkasnya.
Melalui FGD Evaluasi Kinerja ini, Pascasarjana
UIN Syekh Wasil Kediri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan
berkelanjutan guna mewujudkan institusi yang lebih unggul, adaptif, dan berdaya
saing di tingkat nasional maupun global. (RFA)






