Jalan Jokoriyo Ngronggo Kota Kediri

+62 898-8090-120

Kami berkomitmen untuk mencetak generasi cendekia yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan lingkungan akademik yang kondusif, dosen berkualitas, serta jaringan luas, Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri hadir sebagai rumah ilmu untuk perjalanan akademik dan spiritual Anda.

Contact Info

Jalan Jokoriyo Ngronggo Kota Kediri
[email protected]
+62 898-8090-120

Follow Us

Studium General Pascasarjana IAIN Kediri Bahas Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin merambah ke jantung proses pedagogi dan menghadirkan era baru dalam dunia pendidikan. AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu administratif, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis yang menawarkan personalisasi pembelajaran dalam skala besar. Merespons perkembangan tersebut, Program Pascasarjana IAIN Kediri menyelenggarakan Studium General Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024 pada Kamis, 27 Maret 2024.

Kegiatan yang mengusung tema “AI Technologies for Education: Applications in Teaching and Learning” ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana lintas angkatan. Studium General ini menghadirkan narasumber internasional, Jon Mason, Ph.D, dosen dari Charles Darwin University, Australia, dengan Dr. Toyibah, M.Pd selaku Person in Charge (PiC) kegiatan.

Dalam pemaparannya, Jon Mason menjelaskan bahwa salah satu aplikasi AI paling signifikan dalam pendidikan adalah sistem pembelajaran adaptif. Teknologi ini bekerja dengan menganalisis kecepatan belajar, kekuatan, serta kelemahan peserta didik secara real-time, sehingga materi pembelajaran dapat disesuaikan secara otomatis dengan kebutuhan individu.

“Di Australia, AI tidak menggantikan peran guru, melainkan memberikan guru ‘mata’ yang lebih tajam untuk melihat kebutuhan setiap murid di kelas yang heterogen,” ungkap Jon Mason.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa AI juga memberikan efisiensi tinggi bagi pendidik dalam menyusun rencana pembelajaran dan bahan ajar. Melalui pemanfaatan AI generatif, guru dapat menyusun kuis yang variatif, menyederhanakan materi yang kompleks, serta mengembangkan modul pembelajaran dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian, pendidik memiliki ruang yang lebih luas untuk fokus pada penguatan karakter dan pengembangan soft skills mahasiswa.

Meski menawarkan potensi besar, Jon Mason juga mengingatkan bahwa implementasi AI dalam pembelajaran tidak lepas dari tantangan. Isu kesenjangan akses teknologi (digital divide) serta kebutuhan peningkatan literasi digital bagi tenaga pendidik menjadi perhatian penting agar pemanfaatan AI dapat berjalan secara optimal dan berkeadilan.

Senada dengan hal tersebut, PiC kegiatan Dr. Toyibah, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, menegaskan bahwa kehadiran AI harus diimbangi dengan kemampuan adaptif para pengajar dan mahasiswa.
Ia menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar dan memperbarui kompetensi agar pemanfaatan AI benar-benar mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Melalui Studium General ini, Pascasarjana IAIN Kediri berharap mahasiswa dan dosen memiliki pemahaman yang komprehensif tentang pemanfaatan AI secara bijak. Dengan integrasi yang tepat, teknologi AI diyakini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, efisien, dan siap menghadapi dinamika industri masa depan. (RFA)

Berita Lainnya