Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, capaian indeks prestasi
kumulatif (IPK) yang tinggi tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur
keberhasilan lulusan perguruan tinggi. Keterampilan praktis, kemampuan problem
solving, serta pengalaman lapangan kini menjadi kompetensi yang semakin
dibutuhkan. Menyikapi hal tersebut, Program Pascasarjana IAIN Kediri
menyelenggarakan Pembekalan Praktikum Mahasiswa Program Magister Semester Genap
Tahun Akademik 2023/2024 pada Senin, 6 Mei 2024, yang diikuti oleh 180 mahasiswa.
Kegiatan pembekalan ini menjadi tahap awal dari rangkaian praktikum
magister yang akan berlangsung mulai 6 Mei hingga 20 Juni 2024, dengan Prof.
Dr. Muhamad Yasin, M.Pd sebagai Person in Charge (PiC). Praktikum
dirancang sebagai jembatan strategis antara teori akademik yang diperoleh di
ruang kelas dengan realitas pembelajaran dan praktik profesional di lapangan.
Pembekalan menghadirkan dua narasumber, yakni H.M. Nabiel Almadani, M.Ag,
Rektor IAI Badrus Saleh Purwoasri Kediri, dan Dr. Asyhari, S.HI, MA, Wakil
Rektor I Bidang Akademik IAI Faqih Asy’ari Sumbersari Kediri. Keduanya
menekankan urgensi praktikum sebagai sarana memvisualisasikan konsep-konsep
abstrak yang selama ini dipelajari mahasiswa.
Dalam paparannya, H.M. Nabiel Almadani, M.Ag menegaskan bahwa praktikum
memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa.
“Teori yang rumit di kelas sering kali sulit dicerna. Melalui praktikum,
mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana strategi pembelajaran
diterapkan, bagaimana respons peserta didik muncul, serta bagaimana konsep
keilmuan bekerja dalam situasi nyata,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Asyhari, S.HI, MA menyampaikan bahwa
praktikum juga menjadi ruang strategis untuk mengasah kemampuan berpikir kritis
dan pemecahan masalah.
“Di lapangan, variabel tidak selalu ideal seperti di dalam buku.
Mahasiswa dituntut untuk berpikir solutif ketika menghadapi situasi yang tidak
sesuai rencana. Inilah nilai utama praktikum sebagai proses pembelajaran yang
sesungguhnya,” jelasnya.
Setelah mengikuti pembekalan, mahasiswa Program Magister akan
diterjunkan ke sejumlah perguruan tinggi mitra untuk melaksanakan kegiatan
mengajar sesuai dengan program studi masing-masing selama empat kali tatap muka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan mengajar yang
memadai, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi strata satu (S1).
Sebagai luaran akademik, mahasiswa diwajibkan menghasilkan artikel
pengabdian kepada masyarakat berbasis riset setelah menyelesaikan kegiatan
praktikum. Dengan demikian, praktikum tidak hanya memperkuat kompetensi
pedagogik mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada penguatan budaya riset dan
pengabdian di lingkungan Pascasarjana IAIN Kediri. Melalui program ini,
Pascasarjana IAIN Kediri menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan magister
yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia akademik maupun profesional.
(RFA)






