Menuntaskan penulisan disertasi kerap menjadi fase paling menantang bagi
mahasiswa pascasarjana. Tingginya angka procrastination (penundaan)
serta kendala metodologis dan teknis penelitian menjadi persoalan yang sering
dihadapi. Merespons kondisi tersebut, Pascasarjana menyelenggarakan kegiatan Bimbingan
Teknis (Bimtek) Disertasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas
akademik sekaligus mempercepat masa studi mahasiswa.
Kegiatan Bimtek Disertasi ini dilaksanakan pada Senin, 7 Oktober 2024
dan diikuti oleh 50 mahasiswa pascasarjana. Kegiatan menghadirkan narasumber Prof.
Dr. Moh. Chatib, MM dari UIN Khas Jember, yang dikenal memiliki kepakaran dalam
metodologi penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Zayad Abd Rahman, M.HI, menjelaskan bahwa
banyak mahasiswa terhambat pada tahap awal penelitian bukan karena kekurangan
gagasan, melainkan akibat kompleksitas metodologi dan sistematika penulisan
disertasi. “Sebagian besar mahasiswa sebenarnya memiliki ide penelitian yang
baik, namun mengalami kebingungan dalam merumuskan metodologi dan menyusun
kerangka penulisan yang sistematis,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Moh. Chatib menekankan pentingnya Bimtek
Disertasi sebagai sarana memberikan peta jalan (roadmap) yang jelas bagi
mahasiswa, mulai dari penentuan variabel penelitian, teknik pengambilan sampel,
hingga pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistik terkini. Selain
itu, mahasiswa juga dibekali keterampilan teknis dalam pengelolaan referensi
secara otomatis melalui aplikasi seperti Mendeley dan Zotero, serta pengenalan
pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam penelusuran
literatur dengan tetap mengedepankan etika akademik.
Direktur Pascasarjana menegaskan bahwa disertasi bukan sekadar
persyaratan akademik semata, melainkan representasi integritas ilmiah seorang
mahasiswa.
“Disertasi bukan sekadar syarat lulus, tetapi pembuktian integritas
ilmiah seorang mahasiswa. Melalui Bimtek ini, mahasiswa dibekali kemampuan
menyusun argumen yang koheren dan didukung oleh data yang valid. Pascasarjana
secara konsisten menyelenggarakan Bimtek sebagai bentuk komitmen menjaga
kualitas output pendidikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui pendampingan yang tepat dan
berkelanjutan, persepsi bahwa disertasi adalah momok yang menakutkan dapat
berubah menjadi proses eksplorasi intelektual yang menyenangkan dan bermakna.“Bagi
mahasiswa, Bimtek ini merupakan investasi akademik penting agar hasil riset
yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberi kontribusi nyata
bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” pungkasnya. (RFA)






