Di tengah masifnya transformasi teknologi digital, Program Pascasarjana
IAIN Kediri terus berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik yang
relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui
Pelatihan E-Learning and Writing Skill yang diselenggarakan pada Kamis, 29
Agustus 2024, dan diikuti oleh 95 mahasiswa pascasarjana dari jenjang magister
dan doktor.
Kegiatan ini dirancang sebagai respons atas semakin menguatnya peran kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. AI kini tidak lagi
sekadar menjadi tren, melainkan telah berkembang sebagai infrastruktur dasar
yang memengaruhi proses pembelajaran, penulisan akademik, hingga pengelolaan
pengetahuan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman tentang bagaimana
pemanfaatan AI dalam pembelajaran dapat membantu personalisasi materi sesuai
dengan kecepatan belajar masing-masing mahasiswa. Teknologi AI juga dinilai
mampu mengolah data kompleks, memberikan umpan balik secara instan, serta
membantu visualisasi konsep-konsep abstrak yang kerap menjadi tantangan dalam
studi lanjutan.
Namun demikian, kegiatan ini juga menekankan pentingnya integritas etis
dalam penggunaan AI. PiC kegiatan, Dr. Toyibah, menegaskan bahwa literasi AI
bagi mahasiswa pascasarjana tidak hanya berfokus pada penguasaan teknis, tetapi
juga pada kemampuan berpikir kritis dan kesadaran etika.
Ia menilai bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI tanpa pemahaman mendalam
justru berpotensi mengikis daya analitis dan orisinalitas karya ilmiah
mahasiswa.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Dr. Faizudin Harliansyah, M.IM,
dosen dan praktisi pendidikan digital dari UIN Malang. Dalam paparannya, ia
mengingatkan bahwa kemudahan yang ditawarkan AI juga membawa tantangan etis
yang serius, seperti plagiarisme digital, bias algoritma, dan perlindungan
privasi data akademik.
“AI adalah alat yang sangat kuat. Jika digunakan tanpa landasan etika,
kita berisiko kehilangan orisinalitas dan kejujuran akademik. Etika adalah yang
membedakan antara pengguna cerdas dan pelaku manipulasi,” tegas Dr. Faizudin Harliansyah dalam sesi
pemaparan.
Melalui pelatihan ini, Pascasarjana IAIN Kediri berharap mahasiswa mampu
memanfaatkan teknologi AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab, serta
menjadikannya sebagai mitra intelektual dalam menghasilkan karya akademik yang
berkualitas. Dengan penguasaan AI yang beretika, mahasiswa pascasarjana
diproyeksikan mampu menghadapi tantangan global dengan solusi yang inovatif,
adil, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (RFA)





