Kediri — Upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah terus dilakukan Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri. Salah satunya melalui kegiatan Internasionalisasi Jurnal IJoReSCo yang digelar di Aula Fakultas Syariah Lantai 2, Kamis (3/9/2026). Mengusung tema “Dari Gagasan Lokal Menuju Reputasi Internasional: Memaksimalkan Fitur AI untuk Artikel Ilmiah Berdampak Tinggi”, forum tersebut mempertemukan akademisi dan pengelola jurnal untuk membahas strategi membawa karya ilmiah ke tingkat publikasi yang lebih luas.
Direktur Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Moh. Asror Yusuf, M.Ag., saat membuka kegiatan mengatakan, internasionalisasi jurnal tidak cukup ditempuh dengan memperbaiki aspek teknis penerbitan. Yang lebih penting adalah memastikan penelitian yang dipublikasikan memiliki kualitas akademik, kebaruan, serta relevansi yang dapat dibaca dalam konteks keilmuan yang lebih luas. Menurutnya, banyak penelitian yang berangkat dari persoalan lokal justru memiliki potensi kontribusi yang besar apabila dikembangkan dan dikomunikasikan dengan pendekatan akademik yang tepat.
“Gagasan yang lahir dari konteks lokal tidak berarti memiliki jangkauan yang lokal pula. Tantangannya adalah bagaimana penelitian tersebut dirumuskan sehingga memiliki kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas,” demikian garis besar pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Pembahasan kemudian diarahkan pada perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin banyak digunakan dalam dunia akademik. Dr. Akhmad Sirojuddin, M.Pd.I., Editor Jurnal Kharisma yang terindeks Scopus, membawakan materi “Memaksimalkan Fitur AI untuk Akselerasi Artikel Bereputasi Tinggi; Strategi Sintesis Literatur, Ekstraksi Novelty, dan Validasi Rigoritas Berbasis AI Generatif.”
Menurut Akhmad, AI generatif dapat dimanfaatkan untuk membantu peneliti mengolah literatur, memetakan gagasan, menemukan celah penelitian, hingga menguji kembali kekuatan argumentasi. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan kendali peneliti. AI, dalam konteks penulisan akademik, bukan pengganti proses berpikir ilmiah, melainkan alat bantu yang harus digunakan secara kritis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Dr. M. Miftakhul Huda, M.Pd.I., Editor Jurnal An-Nisa’ (SINTA 2), mengajak peserta memperhatikan aspek yang kerap menjadi penentu kualitas sebuah artikel, yakni novelty dan koherensi narasi. Melalui materi “Teknis Penguatan Novelty dan Koherensi Narasi Artikel Jurnal Ilmiah; Panduan Praktis Menembus Jurnal Bereputasi”, peserta mendapatkan gambaran mengenai cara merumuskan kontribusi baru penelitian dan menyusunnya dalam alur argumentasi yang kuat.

Penguatan novelty menjadi penting karena artikel ilmiah tidak berhenti pada penyampaian temuan. Sebuah tulisan perlu menunjukkan apa yang ditawarkan kepada bidang keilmuan, bagaimana temuan tersebut berhubungan dengan penelitian sebelumnya, dan mengapa kontribusinya layak diperhitungkan. Di titik inilah kualitas penelitian dan kemampuan menyampaikan gagasan menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Melalui forum tersebut, Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri menempatkan pemanfaatan AI dalam kerangka yang lebih proporsional. Teknologi dapat membantu mempercepat sejumlah tahapan kerja akademik, tetapi kualitas sebuah artikel tetap ditentukan oleh ketajaman pertanyaan penelitian, kekuatan metodologi, kebaruan temuan, serta integritas penulisnya.
Internasionalisasi jurnal, dengan demikian, bukan hanya persoalan mengejar indeksasi atau reputasi penerbitan. Lebih jauh, ia merupakan upaya membuka ruang agar hasil penelitian dan gagasan akademik dari Kediri dan Indonesia dapat hadir dalam percakapan keilmuan yang lebih luas.
“Bukan sekadar bagaimana menulis artikel dengan bantuan AI, tetapi bagaimana menghasilkan gagasan yang layak dibaca, diuji, dan diperbincangkan oleh dunia akademik.”
[ Download Materi ] - Limited Time Access






