Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi
pendekatan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang
berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (Capaian Pembelajaran
Lulusan/CPL) yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,
perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan masyarakat. Sejalan dengan hal
tersebut, Pascasarjana menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis
Outcome-Based Education (OBE) pada Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2024 di Mojokerto.
Workshop ini menghadirkan Dr. Ari Kartiko, M.M. dari Universitas KH.
Abdul Chalim Mojokerto sebagai pemateri utama, dengan Dr. Andriani, M.M. selaku
Person in Charge (PiC) kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat
pemahaman dosen dan pengelola akademik dalam menyusun dan mengimplementasikan
kurikulum yang berorientasi pada hasil pembelajaran.
Dalam paparannya, Dr. Ari Kartiko—yang akrab disapa Ari—mengangkat tema “Penyusunan
Perangkat Pembelajaran Berbasis OBE dengan Metode Student-Centered Learning
(SCL)”. Ia menekankan bahwa penerapan OBE menuntut perencanaan pembelajaran
yang sistematis dan terintegrasi, mulai dari perumusan CPL, strategi
pembelajaran, hingga metode penilaian yang berorientasi pada hasil capaian
mahasiswa.
“Kurikulum OBE menuntut konsistensi antara capaian pembelajaran, proses
pembelajaran, dan sistem evaluasi. Jika dirancang dengan baik, OBE akan
mendorong pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan memastikan lulusan
memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Dr. Ari Kartiko.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan Student-Centered
Learning (SCL) menjadi kunci dalam implementasi OBE, karena menempatkan
mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Melalui SCL, dosen
berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan mahasiswa untuk mencapai capaian
pembelajaran secara optimal.
Workshop ini juga menyoroti peran penting Kurikulum OBE dalam mendukung
sistem penjaminan mutu internal dan eksternal perguruan tinggi, termasuk
pemenuhan standar akreditasi. Kurikulum yang disusun berbasis OBE dinilai mampu
menunjukkan keterkaitan yang jelas antara visi institusi, profil lulusan,
hingga capaian pembelajaran dan evaluasi.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Pascasarjana berharap penyusunan
dan implementasi Kurikulum OBE dapat dilakukan secara lebih terencana dan
berkelanjutan. “Melalui kurikulum OBE yang dirancang secara sistematis,
perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif,
dan memiliki daya saing global,” pungkas Dr. Ari Kartiko. (RFA)






