Jalan Jokoriyo Ngronggo Kota Kediri

+62 898-8090-120

Kami berkomitmen untuk mencetak generasi cendekia yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan lingkungan akademik yang kondusif, dosen berkualitas, serta jaringan luas, Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri hadir sebagai rumah ilmu untuk perjalanan akademik dan spiritual Anda.

Contact Info

Jalan Jokoriyo Ngronggo Kota Kediri
[email protected]
+62 898-8090-120

Follow Us

Pascasarjana IAIN Kediri Selenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE untuk Penguatan Mutu Pembelajaran

Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (Capaian Pembelajaran Lulusan/CPL) yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Pascasarjana menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2024 di Mojokerto.

Workshop ini menghadirkan Dr. Ari Kartiko, M.M. dari Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto sebagai pemateri utama, dengan Dr. Andriani, M.M. selaku Person in Charge (PiC) kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dosen dan pengelola akademik dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum yang berorientasi pada hasil pembelajaran.

Dalam paparannya, Dr. Ari Kartiko—yang akrab disapa Ari—mengangkat tema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis OBE dengan Metode Student-Centered Learning (SCL)”. Ia menekankan bahwa penerapan OBE menuntut perencanaan pembelajaran yang sistematis dan terintegrasi, mulai dari perumusan CPL, strategi pembelajaran, hingga metode penilaian yang berorientasi pada hasil capaian mahasiswa.

“Kurikulum OBE menuntut konsistensi antara capaian pembelajaran, proses pembelajaran, dan sistem evaluasi. Jika dirancang dengan baik, OBE akan mendorong pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Dr. Ari Kartiko.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan Student-Centered Learning (SCL) menjadi kunci dalam implementasi OBE, karena menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Melalui SCL, dosen berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan mahasiswa untuk mencapai capaian pembelajaran secara optimal.

Workshop ini juga menyoroti peran penting Kurikulum OBE dalam mendukung sistem penjaminan mutu internal dan eksternal perguruan tinggi, termasuk pemenuhan standar akreditasi. Kurikulum yang disusun berbasis OBE dinilai mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara visi institusi, profil lulusan, hingga capaian pembelajaran dan evaluasi.

Dengan terselenggaranya workshop ini, Pascasarjana berharap penyusunan dan implementasi Kurikulum OBE dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan. “Melalui kurikulum OBE yang dirancang secara sistematis, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global,” pungkas Dr. Ari Kartiko. (RFA)

Berita Lainnya