MATARAM — Dalam upaya memperkuat jejaring akademis serta meningkatkan kualitas tradisi keilmuan antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menggelar sesi sharing keilmuan berbalut kegiatan Visiting Professor di Pascasarjana UIN Mataram, Senin (26/10/2026).
Kegiatan interaktif ini berlangsung pada mata kuliah Filsafat dan Pemikiran Islam Kontemporer, yang diikuti oleh para mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mataram.
Narasumber utama kegiatan ini, Prof. Dr. Moch. Muwaffiqillah, M.Fil.I., memaparkan materi strategis bertajuk "Dimensi Produktif dan Reproduktif Ilmu Keislaman di PTKI".
Dalam pemaparannya, Prof. Muwaffiqillah mengulas mendalam dinamika epistemic ilmu keislaman kontemporer di lingkungan PTKI. Beliau menekankan pentingnya pergeseran dari sekadar dimensi reproduktif—yaitu mengulang dan mewariskan khazanah pemikiran klasik (turats)—menuju dimensi produktif, di mana akademisi dan mahasiswa doktor mampu melahirkan nalar riset baru, teori, serta metodologi yang solutif untuk menjawab tantangan zaman dan peradaban modern.
"PTKI tidak boleh hanya berhenti pada fungsi reproduksi pengetahuan, melainkan harus terpacu untuk memproduksi gagasan dan sains keislaman yang kontekstual, transdisipliner, serta berdaya saing di tingkat global," tegasnya di hadapan para mahasiswa S3 Studi Islam.

Sesi sharing keilmuan ini mendapat sambutan hangat dari civitas akademika Pascasarjana UIN Mataram. Diskusi berlangsung secara dinamis dan analitis, menyoroti integrasi sains dan filsafat Islam dalam membangun peradaban masa depan.
Melalui kegiatan Visiting Professor ini, Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri dan Pascasarjana UIN Mataram terus berkomitmen membangun kolaborasi riset, pertukaran gagasan ilmiah, serta penguatan mutu akademik pascasarjana berbasis keunggulan lokal dan reputasi internasional.
Penulis: Sufirmansyah






